Inovasi pembelajaran matematika berbasis heterogenitas siswa
Abstract
Tujuan kajian pustaka ini adalah menyosialisasikan pembelajaran matematika yang berbasis pada heterogenitas siswa, dengan membedakan siswa menjadi tiga level kemampuan matematika yaitu di atas high-ability, intermediate-ability, dan low-ability. Alasan peneliti mengangkat tema ini karena kurangnya pembelajaran matematika yang berbasis tersebut. Pembagian level ini berdasarkan pada nilai hasil belajar siswa atau hasil pretes siswa. Siswa high-ability diberi pembelajaran berbasis problem solving dengan soal non rutin yang menekankan pada kompetisi individu. Siswa intermediate-ability dan low-ability diberi pembelajaran kooperatif. Penilaian dilakukan dengan portofolio.
Downloads
References
Burks, R. 2010. The Student Mathematics Portfolio: Value Added to Student Preparation?. Primus. ProQuest Journal of Education. Diakses tanggal 13 Juni 2013.
Cecil R., Ronald B.R. & Victor W.2009.Measurement and Assessment in Education.New Jersey:Pearson Education,Inc.
Dahlan, J.A. 2004. Meningkatkan Kemampuan Pemahaman dan Penalaran Matematika Siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama melalui Pendekatan Open-Ended. Disertasi Doktor pada PPS UPI Bandung: Tidak diterbitkan.
Herman, T. 2006. Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Disertasi pada PPS UPI Bandung: Tidak diterbitkan.
Hudoyo, H. 1998. Pembelajaran Matematika Menurut Pandangan Konstruktivistik. Makalah Disajikan pada Seminar Nasional “Upaya-Upaya Meningkatkan Peran Pendidikan dalam Era Globalisasi” PPS IKIP Malang, 4 April.
Hudoyo, H. 2001. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika (common textbook). UNM & JICA.
Johnson, Ruth.S., Sabrina & Adelaide.2010. Developing Portfolios in Education:A Guide to Reflecyion, Inquiry, and Assessment. California:SAGE Publication, Inc.
Linchevski, L., & Kutscher, B. 1998. Tell Me With Whom You’re Learning, and I’ll Tell You How Much You’ve Learned: Mixed-Ability versus Same-Ability Grouping in Mathematics. Journal for Research in Mathematics Education. 29 (5): 533-554.
Munandir. 1991. Belajar dan Membelajarkan. Jakarta: CV Rajawali.
Nitko, Anthony J. & Susan M. Brookhart. 2011. Educational Assesment of Students. Upper Saddle River, NJ: Pearson Education, Inc.
Noer, S.H. 2007. Pembelajaran Open-Ended untuk Meningkatkan Kemampuan Masalah Matematik dan Kemampuan Berpikir Kreatif (Studi Eksperimen pada Salah Satu Siswa SMPN Bandar Lampung). Tesis pada SPS UPI Bandung: Tidak diterbitkan.
Nur, M. 2001. Pembelajaran Kooperatif dalam Kelas IPA. Surabaya: UNESA.
Russeffendi, E.T. 1991. Pengantar kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito.
Shadiq, F. 2004. Pemecahan Masalah, Penalaran dan Komunikasi. Makalah Disampaikan pada Diklat Instruktir / Pengembangan Matematika SMA Jenjang Dasar tanggal 6 s.d. 19 Agustus 2004 di PPPG Matematika Yogyakarta.
Stepanek, J. 1999. The Inclusive Classroom, Meeting the Needs of Gifted Students: Differentiating Mathematics and Science Instruction, It’s Just Good Teaching. Mathematics and Science Education Center: Northwest Regional Educational Laboratory.
Sukarmin. 2002. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: UNESA
Sumarmo, U., dkk. 1994. Suatu Alternatif Pengajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika pada Guru dan Siswa SMP. Laporan Penelitian pada Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA IKIP Bandung.
Tomlinson, C.A., & Kalbfleisch, M.L. 1998. Teach me, teach my brain: A call for differentiated classrooms. Educational Leadership, 56(3), 52-55.Arikunto, S. 2013. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright by Author(s)