Pemerolehan Fonologi pada Kasus Azzahra (0-2 Tahun)

  • Lili Agustina
  • Isna Kasmilawati

Abstract

Perkembangan anak dalam memperoleh bahasa di lingkungannya sangat luar biasa. Anak dengan mudah mengucapkan dan meniru apa yang didengarkan bahkan dapat menyusun sebuah rangkaian bahasa yang tidak pernah anak tersebut dengar. Pemerolehan bahasa (language acquisition) merupakan proses anak memperoleh bahasanya. Pemerolehan bahasa seperti yang dijelaskan oleh para ahli adalah identik dengan pemerolehan bahasa pertama atau bahasa ibu.

Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah teknik simak dan teknik cakap setiap  bunyi  yang diucapkan oleh Azzahra. Dengan penggunaan kedua metode ini dapat membantu peneliti untuk mendapatkan data yang diperlukan. Teknik simak yang dilakukan secara alami (natural) setiap bunyi yang diucapkan oleh Azzahra.

Hasil penelitian pemerolehan bunyipada kasus Azzahra pada usia (0-1 tahun)yaitupemerolehanbunyivokal, seperti[a], [i], [e], [ꞓ],[u]. Bunyi konsonan yang terdapat padausiainiadalah[b], [p], [m], [n], [d], [k], [y], [t]. Polatersebut berbentuk unit suku kata yang pertama kali muncul adalah KV (konsonan dan vokal). Berdasarkan data suku kata padausiainimemiliki struktur KV,VV, KVK, KV-KV, VKV, KV-KVK. Struktur yang paling banyak ditemukan adalah KVKV. Memasukiusia (2:0) dalam pemerolehan bunyi, Zahra mampu mengucapkan fonem [o], yaitu pada kata /onti aunty/. Fonem bunyi konsonan juga bertambah dengan adanya fonem [j], [w], [s], dan [ή].Pemerolehan suku kata atau silaba pada tahun kedua juga hampir sama dengan tahun pertama. Silaba yang digunakan adalah VK, KV, VKV, KV-KV, VK-VK, VK-KV, KVK, KV-KVK. Bunyi satu suku kata lebih dominan pada tahun kedua, dengan mengucapkan suku kata terakhir setiap kata, misalnya /cing/ ‘kucing’, /pu/ ‘sapu’, /num/ ‘minum’, /kan/ ‘makan’.Berdasarkan data yang telah dikumpulkan pada kasus Azzahra, secara signifikan pemerolehan bahasa umur 2:0 tidak mengalami peningkatan yang pesat. Pada kasus Azzahra lebih banyak menunjuk untuk  mengatakan sesuatu, memahami apa yang disampaikankepadanya tetapi tidak secara aktif untuk berkomunikasi di lingkunganya

Published
2020-04-30
Abstract viewed = 5 times
PDF downloaded = 8 times