CERPEN BERBAHASA BANJAR SEBAGAI SALAH SATU MEDIA PELESTARIAN BAHASA DAN BUDAYA DAERAH

  • Nailiya Hikmah Politeknik Negeri Banjarmasin
Keywords: cerpen, kisdap, bahasa banjar, pelestarian budaya

Abstract

Bahasa daerah, sebagaimana hakikatnya sebuah bahasa akan mengalami banyak perubahan, baik perubahan berupa perkembangan maupun perubahan berupa kemunduran. Untuk itu diperlukan upaya pelestarian bahasa daerah mengingat pentingnya bahasa daerah sebagai bagian dari jati diri dan akar budaya bangsa. Upaya dalam rangka pelestarian bahasa daerah dipandang sangat perlu dilakukan karena bahasa daerah mulai tergerus oleh pengaruh globalisasi, serta kecenderungan penurunan penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun lingkungan pergaulan masyarakat di luar keluarga. Bahasa dan sastra seperti dua sisi mata uang. Pemertahanan suatu bahasa bisa dilakukan melalui penggunaannya pada karya sastra. Sementara itu sebaliknya, sastra memerlukan bahasa sebagai medianya. Makalah ini bertujuan mengemukakan upaya pelestarian bahasa Banjar melalui media cerpen. Karya sastra bukan semata-mata penyajian peristiwa yang indah melainkan penyampaian hakikat peristiwa tersebut. Dari sini akan ditemukan makna-makna peristiwa setelah melalui penghayatan, pendalaman makna dan penafsiran. Karya sastra memuat begitu banyak muatan-muatan perenungan yang melibatkan berbagai aspek seperti moral, nurani, emosi dan etika. Hasil pembahasan menyimpulkan terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam pelestarian bahasa Banjar menggunakan cerpen atau kisdap sebagai media pembelajaran.

References

Afra, Afifah. 2007. How To Be a Smart Writer. Solo: Indiva Media Kreasi.

Firly, Sandi (penyusun). 2012. Antologi Kisdap, Malam Kumpai Batu. Banjarmasin: Media Tahura.

Hapip, Abdul Djebar. 2008. Kamus Bahasa Banjar.

http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/artikel/1285

www.nailiya.nikmah.com
Published
2020-05-10
Section
Articles
Abstract viewed = 2 times
pdf downloaded = 1 times