Penerapan Metode Story Telling sebagai Wahana Pembentukan Karakter Islami pada Anak Usia Dini

  • Jamiatul Hamidah Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
Keywords: story telling, karakter islami, anak

Abstract

Metode Story telling atau mendongeng merupakan salah satu media pendidikan yang efektif bagi anak, terutama anak-anak pada masa usia emas yaitu sekitar 2-7 tahun. Dunia anak-anak adalah dunia bermain dan berimajinasi. Imajinasi anak dapat dilatih dengan cara mendongeng kepada mereka. Dongeng sebagai salah satu karya sastra, mengandung eksplorasi mengenai kebenaran manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi pendidikan karakter apa saja yang dapat ditanamkan kepada anak melalui penerapan story telling. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia dini dapat memiliki karakter islami seperti rasa hormat, kebaikan hati, peduli/toleransi, dan adil.

References

Amalia, Taranindya Zulhi dan Zaimatus Sa’diyah. Bercerita sebagai Metode Mengajar bagi Guru Raudlatul Athfal dalam Mengembangkan Kemampuan Dasar Bahasa Anak Usia Dini di Desa Ngembalrejo Bae, Kudus. Jurnal Thufula, Vol. 3 No. 2 Edisi Juli-Desember 2015. Tersedia journal.stainkudus.ac.id/index.php/thufula. Diakses tanggal 11 Januari 2018.

Haryanta, Agung Tri. 2012. Kamus Kebahasaan dan Kesusastraan. Surakarta: PT Aksara Sinergi Media.

Marzuki. 2017. Pendidikan Karakter Islam. Jakarta: Amzah.

Nurgiyantoro, Burhan. 2016. Sastra Anak, Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Rokhmansyah, Alfian. 2014. Studi dan Pengkajian Sastra, Perkenalan Awal terhadap Ilmu Sastra. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sugiarto, Eko.2015. Mengenal Sastra Lama. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
Published
2020-05-10
Section
Articles
Abstract viewed = 3 times
pdf downloaded = 1 times