MEMBANGUN KARAKTER GENERASI MILENIAL MELALUI DONGENG CERITA RAKYAT KALIMANTAN SELATAN

  • Kamal Hasuna STKIP PGRI BANJARMASIN
Keywords: dongeng, generasi milenial, membangun karakter

Abstract

Bila mau menghancurkan suatu bangsa, maka hancurkanlah karakter generasi mudanya. Itulah adagium yang berlaku universal sampai saat ini. Oleh karena itu, agar sebuah bangsa tidak mudah dihancurkan, maka karakter generasi mudanya harus dibangun dengan baik. Di era generasi milenial banyak orang tua yang meninggalkan dongeng untuk anak. Mungkin karena mereka sibuk bekerja atau menganggap dongeng sebagai tradisi yang ketinggalan zaman. Tak heran bila anak-anak zaman sekarang lebih asyik dengan permainan yang lain. Orang tua perlu memberi perhatian kepada anaknya, yang salah satunya adalah kegiatan mendongeng Hal ini dapat mendekatkan orang tua dengan si buah hati dan menyelaraskan peran orang tua dalam mendidik anak Penelitian ini menelaah tentang nilai pendidikan karakter dalam dongeng yang ditujukan untuk anak-anak. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Sumber data yang digunakan adalah buku kumpulan dongeng yang berjudul 366 Cerita Rakyat Nusantara yang diterbitkan Adicita Karya Nusa, Yogyakarta tahun 2015. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan yaitu: (1) Nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa lebih menekankan pada aspek religius, (2) Nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri terdiri: a) jujur, b) bertanggung jawab, c) disiplin terdapat, d) kerja keras, e) berpikir logis, kritis, kreatif dan inovatif, dan f) mandiri.

References

Endraswara, Suwardi. 2013. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: CAPS (Center of Academic Publishing Service).

Fadillah, Muhammad dan Lilif Mualifatu Khorida. 2014. Pendidikan Karakter Anak Usia Dini. Jogjakarta: Ar-ruzz Media.

Gunawan, Heri. 2012. Pendidikan Karakter Konsep dan Implementasi. Bandung: Alfabeta.

Hasnah. 2016. Pendidikan Karakter dalam kumpulan Cerita anak My Writing World:Menjadi Penulis Impian (Kajian Sastra Anak) Karya Archea Asy-Syafaah Prissandi. Skripsi. Tidak dipublikasikan. Banjarmasin: STKIP PGRI Banjarmasin.
Kartikawati, Eny. 2012. Hanya 33% Orangtua yang Masih Sempat Mendongeng untuk Anak (Online), http://wolipop.detik.com/ read/2012/10/10/070850/2058
848/857/hanya-33-orangtua-yang-masih-sempat-mendongeng-untuk-anak, diakses 1 Juni 2019.

Kurniawan, Heru. 2009. Sastra Anak : dalam kajian Strukturalisme, Sosiologi, Semiotika, hingga Penulisan Kreatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Mustari, Mohammad. 2011. Nilai Karakter Refleksi Untuk Pendidikan Karakter. Yogyakarta: LaksBang PRESSindo.

Nurgiyantoro, Burhan. 2016. Sastra Anak. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Ratna, Nyoman Kutha. 2015. Teori. Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Bandung: Pustaka Pelajar.

Semi, Atar. 1993. Anatomi Sastra. Jakarta: Angkasa Raya.
Subandriyo, Tesha. 2015. Manfaat Dongeng sebelum Tidur bagi si Kecil, (Online), https://keluarga.com/2051/pengasuhan/manfaat-dongeng-sebelum-tidur-bagi-si-kecil, diakses 1 Mei 2019.

Sulistyarini, Dwi. 2006. Nilai Moral dalam Cerita Rakyat sebagai Sarana Pendidikan Budi Pekerti, (Online), http://ki demang.com/kbj5/index.php/makalah-komisi-b/1147-13-nilai-moral-dalam-cerita-rakyat-sebagai-sarana-pendidikan-budi-pekerti, diakses 7 Mei 2019.

Tim Redaksi. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa: Gramedia Pustaka Utama.

Tim Penyusun. 2015. 366 Cerita Rakyat Nusantara. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.

Winarni, Retno. 2014. Kajian Sastra Anak. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Zaidan, Abdul Rozak, dkk. 2007. Kamus Istilah Sastra. Jakarta: Balai Pustaka
Published
2020-05-10
Section
Articles
Abstract viewed = 7 times
pdf downloaded = 2 times