Pemerolehan Morfem Afiks Anak Tunagrahita di SMP LB Banjarmasin

  • Lili Agustina STKIP PGRI BANJARMASIN
  • Irni Cahyani STKIP PGRI BANJARMASIN
Keywords: pemerolehan, morfem afiks, tunagrahita

Abstract

Anak tunagrahita (berketerbelakangan mental) memiliki kemampuan berbahasa yang berbeda jika dibandingkan dengan anak normal. Hal ini disebabkan anak tunagrahita memiliki tingkat intelektual di bawah rata-rata anak normal lainnya, sehingga terdapat hambatan dan keterbatasan dalam berbahasa. Dengan keterbatasan anak sangat berpengaruh pemerolehan bahasanya khususnya pada tataran prefiks, infiks, sufiks, dan konfiks. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data yang dikumpulkan berdasarkan dari lingkungan yang sebenarnya dan dalam situasi apa adanya, yaitu pemerolehan morfem afiks anak berketerbelakangan mental (tunagrahita). Pengambilan data dimulai dari teknik observasi, rekaman, wawancara, pencatatan dan teknik kepustakaan. Sumber data penelitian yaitu anak tunagrahita ringan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pemerolehan morfem afiks pada siswa SMP LB Banjarmasin terdapat prefiks me-, ber-,ter-, pe-,ke- dan di- sufiks -an, -kan, dan konfiks me-kan, ke-an, pe-an, ber-an, dan di-kan. Berdasarkan data yang dikumpulkan tidak ditemukan infiks yang digunakan oleh siswa. Afiksasi pembentuk verba berprefiks ber- paling banyak ditemukan dalam penelitian walaupun terdapat ketidakjelasan pengucapan kata pada salah satu siswa SMP LB Banjarmasin dalam melafalkan kata yang mengalami proses afiksasi.

References

Abdurrachman, Muljono dan Sudjadi S. 1994. Pendidikan Luar Biasa. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Akbar, M Aris. 2015. Pemerolehan Morfem Afiks Bahasa Indonesia Anak Usia 2-6 Tahun di PAUD Buana Desa Banyu Urip Kabupaten Lombok Tengah. Retorika: Jurnal Ilmu Bahasa. Vol. 2 No. 2 Oktober 2015 (hlm 250-257).

Chaer, Abdul. 2008. Morfologi Bahasa Indonesia: Pendekatan Proses. Jakarta: Rineka Cipta.

. 2009. Psikolinguistik: Kajian Teoretik.. Jakarta: Rineka Cipta.

Delphie, Bandi. 2009. Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus dalam Setting Pendidikan Inklusi. Klaten: PT Intan Sejati Klaten.

Margono, S. 2009. Metodologi Penelitian Pendidikan: Komponen MKDK.Jakarta: Rineka Cipta.

Mulyono, Iyo. 2013. Ilmu Bahasa Indonesia Morfologi Teori dan Sejumput Problematik
Terapannya. Bandung: CV Yrama Widya.

Pandudinata, Reza, Sumarlan, dan Kundhuru Saddhono. 2018. Pemerolehan Bahasa Siswa Tunagrahita Kelas VI SD. Retorika: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajarannya. Vol. 11 No. 1 Februari 2018 (hlm 48-56)

Ramlan, M. 1980. Morfologi Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: Kartono.

Tarigan, Henry Guntur. 2015. Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Published
2019-12-20
Abstract viewed = 2 times