PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS TIK DENGAN ASSESSMENT FOR LEARNING (AFL) DITINJAU DARI KEMAMPUAN SPASIAL SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SE-KOTA BANJARMASIN

Asy'ari Asy'ari, Gunawan Gunawan

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil pengembangan model pembelajaran berbasis TIK  dengan Assessment for Learning (AfL) melalui penilaian teman sejawat serta efektivitas pembelajaran berbasis TIK dengan AfL melalui penilaian teman sejawat terhadap hasil belajar siswa ditinjau dari kemampuan spasial siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dan eksperimental semu dengan desain faktorial 3 3. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP 2016/2017. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 262 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji  ANOVA dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan uji hipotesis, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran berbasis TIK dengan AfL melalui penilaian teman sejawat lebih baik dari hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran berbasis TIK dan model pembelajaran konvensional. Selain itu, hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran berbasis TIK lebih baik dari hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran konvensional. (2) Hasil belajar siswa yang mempunyai kemampuan spasial tinggi lebih baik dari hasil belajar siswa yang mempunyai kemampuan spasial sedang dan rendah. Selain itu, hasil belajar siswa yang mempunyai kemampuan spasial sedang lebih baik dari hasil belajar siswa yang mempunyai kemampuan spasial rendah.

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


AH. Sanaky, Hujair. 2013. Media Pembelajaran Interaktif-Inovatif. Yogyakarta: Kaukaban Dipantara

Ahmad. 2014. Eksperimentasi Pembelajaran Koopeatif tipe Group Investigation (GI) dan Jigsa II Pada Matei Pokok Bangun Ruang Ditinjau dari Kemampuan Spasial Siswa Kelas VIII SMP Negei Se-Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2013/2014. Tesis. Tidak Diterbitkan. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). 2015. Hasil Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2014/2015. Pusat Penilaian Pendidikan Balitbang Kemendikbud.

Budiyono. 2011. Penilaian Hasil Belajar. UNS: Pascasarjana.

Budiyono. 2010. Peran Asesmen Dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Pendidikan Matematika, Universitas Sebelas Maret, tanggal 5 Mei 2010.

Budiyono. 2011. Penilaian Hasil Belajar. UNS: Pascasarjana.

Campbell, Linda, Bruce Campbell, dan Dee Dickinson. 2002. Metode Praktis Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences. Jakarta: Intuisi Press.

Ceket Palupi Waluyo. 2011. Eksperimentasi Pembelajaran Matematika dengan Model Think-Pair-Share (TPS) dan Model Two Sray- Two Stary (TSTS) pada Kompetensi Dasar Menghitung Luas Permukaan dan Volume Kubus, Balok, Prisma, dan Limas Ditinjau dari Kemampuan Spasial Siswa Kelas VIII SMP Kota Surakarta Tahun Pelajaran 2010/2011. Tesis. Tidak Diterbitkan. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

CERI.2008.Assessment for Learning Formative Assessment.

Diezman, Carmel, M. and Watters, J. J. 2000. Identifying and supporting spatial intelligence in young children. Contemporary Issues in Early Childhood 1(3): 299-313.

Dryden, G & Vos, J. 2003. Revolusi Cara Belajar (The Learning Revolution).Bandung:Kaifa.

Knight, J. 2008. The Assessment for Learning Strategy.

Kozma, R.B. (1991), Learning with Media, Review of educational Research

Latta, M., Buck, G. & Beckenhauer, A. 2007. Formative Assessment Requires Artistic Visions. International Journal of Education & the Arts. Vol 8 number 4. 1-23.

Lu, J & Law, N. 2011. “Online Peer Assessment: Effects of Cognitive and Affective Feedback”. Faculty of Education, The University of Hongkong. No.40: 257-275.

Muhibbin Syah. 2008. Psikologi Pendidikan dengan pendekatan Baru. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Musial, D., Nieminen, G., Thomas, J., Burke, K. dkk. 2009. Foundations of Meaningful Educational Assesment. New York: McGraw-Hill.

Naderi, H., Abdullah, R., Aizan, H. T., Sharir, J. 2010. Intelligence and academic achievement: an investigation of gender differences. Life Science Journal, 7 ( 1): 83-87.

Nick, Z. Z. 2010. ”Innovative Assessment For Learning Enhancement : Issue And Practices”. Technological Education, Institute of Piraeus. Vol. 3, No. 1

Noonan, B. & Duncan, C. R. 2005. “Peer and self-assessment in high schools”. Pratical Assessment, Research, & Evaluation. Vol 10 number 17. 1-8.

Paul Suparno. 2004. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius.

Sri Wahyuni, Ami W, dan Eka F. 2013. Metode Pengukuran Bakat dan Inteligensi. Pekanbaru: Al-Mujtahadah Press.

Suryadi, Ace. 2007. Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran. Dalam Jurnal Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh, Volume 8, Nomor 1, Maret 2007,83-98.

Syaiful Sagala. 2011. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Tarim, K. 2009. The Effect of Cooperative Learning on Preschooler Mathematics Problem Solving Ability. International Journal of Mathematics Education. Vol. 72,pp.325-340.

Trianto. 2007. Model Pembelajaran Inovatif. Jakarta: Bumi Aksara.

Zainal Arifin 2012. Pengembangan pembelajaran aktif dengan ICT. yogyakarta: Skripta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



Indexed by:

                        


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License


© 2017

Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika

Program Studi Pendidikan Matematika

STKIP PGRI Banjarmasin