IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAMPEMBELAJARAN SAINS

Rifda Mardian Arif

Abstract


Krisis multidimensi yang telah melanda bangsa Indonesia yang kemudian
“diobati” dengan reformasi, ternyata diikuti pula oleh beberapa penyimpanganyang bersifat kontraproduktif, yakni krisis etika dan moralitas yang semakin akut.Pendidik yang handal, profesional dan berdaya saing tinggi, serta memilikikarakter yang kuat dan cerdas merupakan modal dasar  dalam mewujudkanpendidikan yang berkualitas yang mampu mencetak sumberdaya manusia yangberkarakter, cerdas dan bermoral tinggi. Karakter yang dapat diterapkan melaluipembelajaran Ilmu PengetahuanAlam (SAINS) adalah objektif (objectivity), teliti(accuracy), tepat (precisión), mencari kebenaran (pursuit of truth), pemecahanmasalah (problem solving), keselamatan dan resiko (protect human file: safety andrisk), manusiawi (regard human significance), kejujuran intelektual (intelectualhonesty), kejujuran akademik (academic honesty), berani (courage), rendah hati(humility), pengambilan keputusan (decisión-making), kesediaan menundakeputusan (willingness to suspend judgment), inkuiri sains (scientific inquirí:being fair and just), bertanya tentang semua hal (questioning of all thing),memverifikasi (demand for verification), menjunjung tinggi logika (respect fologic), integritas(integrity), tekun/gigih (diligence), ulet (persistence), ingin tahu(curiosity), berpikiran terbuka (open-mindedness), evaluasi alternatif secara kritis(critical evaluation of alternatives) dan imaginasi (imagination). Belummaksimalnya pendidikan karakter yang dilaksanakan selama ini karena masihmenggunakan cara berikut: 1) pendidikan karakter tidak dirancang dalampembelajaran. 2)pendidikan karakter hanya masuk pada kegiatan ekstra. 3) danpendidikan karakter menjadi pelajaran tersendiri.Beberapa pendekatan ideal yangdapat dilakukan terkait dengan pendidikan karakter adalah: 1)pendekatan holistik,2)membangun sebuah ”Komunitas Peduli”, 3)mengajarkan  nilai-nilai melaluikurikulum, 4) diskusi kelas, 5) dan layanan belajar (learning service).Melaluipembelajaran dengan metode praktikum di samping melatihkan kecakapanintelektual dan keterampilan siswa (berpikir ilmiah dan proses ilmiah) dapatdilatihkan pula sikap ilmiah yang komponen-komponennya meliputi: ketelitian,kejujuran, tanggung jawab, kebersamaan, etika, dll yang akan membentukkarakter siswa jika pembiasaan tersebut telah melekat pada diri siswa.Pendidikankarakter yang merupakan tanggung jawab bersama perlu dilakukan melaluistrategi pengembangan secara mikro bagi dunia pendidikan (sekolah), namun jugaperlu dilakukan melalui strategi dalam konteks makro (nasional), agar pendidikankarakter menjadi habitual bukan sekedar wacana.

Full Text:

PDF (Indonesian)